Home » , » Perusahaan Tak Khawatir Adanya Larangan Premium

Perusahaan Tak Khawatir Adanya Larangan Premium

Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tidak mengkhawatirkan rencana pemerintah melakukan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Ketua Umum Kadin, Suryo B Sulisto, mengatakan, seandainya pun berpengaruh terhadap industri otomotif, dampaknya tidak akan signifikan.

Kalangan pengusaha, dia melanjutkan, tidak khawatir dengan rencana pembatasan premium itu. Dampak pembatasan premium lebih terkait dengan pemilik mobil-mobil pribadi. "Premium itu tidak dipakai untuk industri," ujar Suryo.

Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pembatasan premium bersubsidi tidak berpengaruh besar terhadap penjualan industri otomotif.

"Penurunan 40 persen penjualan kendaraan bermotor? Saya tidak melihat itu. Karena kendaraan baru didesain untuk oktan tinggi di seluruh dunia," ujar Hatta.

Seperti diketahui, pemerintah siap menerapkan kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi per 1 Januari 2011. Untuk itu, pemerintah telah mengkaji dua pilihan saat ini sematang mungkin. Masing-masing opsi diakui ada kekurangan dan kelebihan.

Pilihan pertama, dengan menerapkan pembatasan konsumsi BBM subsidi pada setiap kendaraan pelat hitam. Opsi ini paling banyak kelebihannya. Sebab, semua kendaraan pelat hitam wajib isi BBM nonsubsidi, maka proses penerapannya di lapangan lebih praktis.

Pilihan kedua adalah setiap mobil di atas tahun 2005 diwajibkan menggunakan BBM nonsubsidi. "Pemerintah akan menyerahkan pilihan-pilihan tersebut  kepada DPR," kata Hatta belum lama ini.
 
Sumber : vivanews.com

Artikel Menarik Lainnya:

Download